
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) Prof. Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko, M.Kes., Sp.B., Subsp. Onk. (K) mengatakan, fakultas yang dipimpinnya memiliki fondasi kuat di bidang pendidikan kedokteran dan kesehatan, pendidikan spesialis dan subspesialis, pelayanan klinis, serta penelitian.
Tantangannya sekarang melakukan lompatan dari institusi yang kuat secara nasional menjadi fakultas kedokteran yang semakin diperhitungkan di tingkat internasional. Pengembangan didorong agar semakin berbasis riset, berorientasi inovasi, terhubung secara internasional, dan berdampak sosial.
Visi FK Undip untuk menjadi pusat pendidikan kedokteran dan kesehatan berbasis riset inovatif yang unggul dan berkelanjutan di tingkat internasional pada tahun 2029. Tumbuhnya ekosistem prestasi di lingkungan fakultas merupakan hal yang membanggakan.
“FK Undip berperan menghasilkan tenaga medis dan tenaga kesehatan, mulai dari dokter, dokter gigi, dokter spesialis dan subspesialis, nurse dan perawat spesialis, ahli gizi atau dietisien, hingga apoteker,” katanya.
Kerja Sama Global
Sebagian besar program studi di FK Undip telah meraih akreditasi tertinggi. Hingga September 2026, sebanyak 34 program studi telah memperoleh predikat Unggul. Di bidang penelitian, 38 dosen FK Undip masuk dalam daftar Top 500 Authors Universitas Diponegoro periode 2020–2025 berdasarkan produktivitas publikasi ilmiah internasional bereputasi.
Target sampai 2029, Yan memandangnya sebagai target transformasi, bukan target administratif. Sejumlah indikator yang menunjukkan progres antara lain peningkatan mutu dan akreditasi program studi, peningkatan publikasi internasional, penguatan kapasitas penelitian, mobilitas mahasiswa dan dosen, serta perluasan kerja sama dengan institusi luar negeri.
Kerja sama tersebut melibatkan sejumlah mitra, di antaranya Radboud University dan University of Groningen di Belanda, Liverpool School of Tropical Medicine di Inggris, UC Davis dan Harvard University di Amerika Serikat, Tianjin Medical University di Tiongkok, Mahidol University di Thailand, serta Universiti Kebangsaan Malaysia.
“Jadi, orientasi kami bergeser dari international exposure menuju international academic impact,” katanya.
Ranking Internasional
Di tingkat internasional, FK Undip tengah mempercepat langkahnya. Salah satu capaiannya adalah masuknya bidang Medicine Undip dalam QS World University Rankings by Subject Juga meningkatkan indikator-indikator yang menentukan reputasi akademik global. Indikator itu antara lain kualitas dan sitasi penelitian, jejaring riset internasional, kolaborasi global, mobilitas akademik, serta reputasi akademik.
Tantangannya adalah mengubah potensi itu menjadi penelitian berkualitas tinggi, studi multisenter, uji klinis, kekayaan intelektual, dan publikasi berdampak global. Di bidang pelayanan kesehatan, tantangannya adalah memastikan perkembangan teknologi kedokteran dapat diterjemahkan menjadi pelayanan yang aman, berbasis bukti, mudah diakses, dan berpusat pada pasien. tegasnya.
“Kita tidak cukup hanya menghasilkan dokter yang pintar. Kita harus menghasilkan dokter dan tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, mampu berpikir kritis, memahami penelitian, mampu bekerja multidisiplin, dan tetap memiliki empati kepada pasien.”
Usman Wafa

Prof. Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko, M.Kes., Sp.B., Subsp. Onk. (K) lahir pada 24 Januari 1975.
Menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Diponegoro (Undip), mulai dari sarjana, pendidikan
profesi dokter, hingga spesialis bedah. Lulus Magister Kesehatan Bidang Ilmu Kedokteran Dasar serta
pendidikan Spesialis II Bedah Onkologi di Universitas Padjadjaran. Menyelesaikan pendidikan doktor
Ilmu Kedokteran dan Kesehatan di Universitas Gadjah Mada. Pernah memimpin Program Studi Magister
Ilmu Biomedis, saat ini menjabat Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Undip.