Tolak Angin dan Kuku Bima Andalan Jamu Sido Muncul

Merek yang sudah dikenal luas harus tetap relevan dengan generasi muda yang memiliki gaya hidup dan tantangan berbeda, tanpa menghilangkan DNA asli produk. Selain produk-produk andalannya, Sido Muncul aktif merilis varian baru seperti Esemag, C-Collagen, Alangsari, Tolak Linu, hingga suplemen Sido Muncul Natural. Khusus pada 2026 ini, perusahaan tercatat meluncurkan 27 produk baru di kategori minuman kesehatan, ready to drink (RTD), herbal, hingga topical aromatherapy.
Membawa Jamu ke Panggung Dunia

Sebagai pemimpin pasar di kategori herbal, produk-produk Sido Muncul saat ini telah merambah pasar internasional dan hadir di sekitar 30 negara. Keberhasilan itu dibangun di atas fondasi ilmiah yang kuat, mulai dari uji keamanan, uji khasiat, hingga penerapan standar kontrol kualitas (Quality Control) yang melampaui regulasi (beyond compliance).
Fokus Kanker Usia Muda Berbasis Kolaborasi Positif

Yan mendorong pendekatan onkologi presisi yang relevan dengan karakteristik populasi Indonesia. Pendekatan tersebut mencakup pe-ngembangan profil genetik, deteksi dini yang lebih baik, serta tata laksana multidisiplin yang tetap memperhatikan kualitas hidup pasien.
Mempunyai Fondasi Kuat Pendidikan Kedokteran

Visi FK Undip untuk menjadi pusat pendidikan kedokteran dan kesehatan berbasis riset inovatif yang unggul dan berkelanjutan di tingkat internasional pada tahun 2029. Tumbuhnya ekosistem prestasi di lingkungan fakultas merupakan hal yang membanggakan.
Wawasan Identitas Gubernur HM Ismail

Buku ini termasuk karya besar, bukan dalam arti kualitas, setidaknya secara kuantitas. Lebih dari 450 halaman kertas ukuran kuarto. Dari penyunting, ada tiga penulis. Ada catatan dari lima tokoh, antara lain dari Prof. Eko Budihardjo, Darmanto Jatman, dan Budi Santoso. Ada 17 orang dekat yang diwawancara dengan komentar yang bersifat human interest. Ada 17 wawancara dengan orang dekat, keluarga, dan para staf yang sehari-hari mendampingi Pak Ismail.
Religius dan Nasionalis

Jawa Tengah kehilangan salah seorang tokoh Nahdlatul Ulama (NU), akademisi, dan penggerak dialog kebangsaan. Dr. K.H. Muhammad Adnan, M.A., mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dua periode, wafat pada Rabu malam, 7 Oktober 2026.